Kemuning Dilarik Langit Lembayungsenja

Aksaraindahdalamalunanhati.

Kemuning Dilarik Langit Lembayungsenja

Aksaraindahdalamalunanhati.

Kemuning Dilarik Langit Lembayungsenja

Aksaraindahdalamalunanhati.

Kemuning Dilarik Langit Lembayungsenja

Aksaraindahdalamalunanhati.

Kemuning Dilarik Langit Lembayungsenja

Aksaraindahdalamalunanhati.

Puisi cinta untuk kekasih ketika Memiliki pacar adalah sebuah anugerah yang terindah dari Tuhan. Pacar bisa menjadi calon pendamping kita dan tempat kita berbagi beragam aktivitas dan saling tukar pikiran sehingga kita memberikan puisi cinta romantis. Pacar yang romantis pasti akan didambakan oleh banyak orang. puisi cinta akan membuat sobat dan pasangan akan semakin cinta tentunya, karena termotivasi dengan kata kata cinta... Penasaran ingin mengetahui lebih lanjut seputar kumpulan puisi cinta untuk pacar. Berikut adalah kumpulan puisi cinta untuk pacar selengkapnya:

Rabu, 12 Desember 2012

Memandang langit nan indah

                                                       
Memandang langit nan indah
Menikmati ciptaan Sang Maha
Pemurah
Ucapan syukur menghias lidah
Berharap kan bisa selalu terarah Terik mentari di pagi hari
Menghibur jiwa yang sunyi
Cahanya semerbak menyinari
hati
Berusaha temukan cinta sejati Hatiku kini tak lagi pilu
Terbuai dunia yang menipu
Kuberharap ini kan bersemi
selalu
Demi mengharap cinta Dzat Yang
Maha Tahu Kuberharap hatiku kan secerah
mentari
Bisa menerangi hati hati yang
sunyi
Membangunkan jiwa jiwa yang
sepi Mengapai ridho ilahi

Sabtu, 05 November 2011

[ˉˋ●senyummu adalah tangisku●ˋˉ]

oleh Fenomena Lembayungsenja pada 24 Agustus 2011 jam 7:35





Semilir angin berhembus perlahan dikeheningan malam

Embun pagi menyiram bunga ditaman hati yang kian mekar


Nostalgia biru jadi saksi saat kau sakiti hati ini


Yang selalu membuat hati semakin perih bila kenangan itu menjamah angan


Untuk apalagi kau tangisi diriku yang kau dustai


Mestikah aku hadir bersamamu seperti dulu


Mampukah aku menerima semua kenyataan ini


Urungkan saja niatmu,rasanya aku tak sanggup lagi


Andai kau sangat sayang padaku

Daridulu kenapa kau tak terbuka padaku

Aku sangat mengharapkan kejujuran itu

Lagipula aku tak berhak untuk memaksamu

Akupun tak melarangmu untuk memilih sosok yang lain


Hanya salam dan doaku tulus semoga kau bahagiaΞtiap malam bayanganmu selalu hadir disetiap mimpiku


Aku hanya mampu memeluk bayang dirimu dikala hadir dimataku

Namun hanya bias fatamorgana yang tak mungkin bisa kugapai

Getaran hati dan denyutan nadi ini terasa tak seirama


Ingin ku usik bayanganmu yang setia menghantuiku


Setiapkali adegan mimpiku akan ku ukir dalam diary hatiku


Kalau memang sudah ditakdirkan demikian


Untuk apa memaksa diri kalau hanya semakin membuat bathin tersiksa


Dibumi pasundan nan asri

MajenangMajalaya tak terganti

YuNda

Mencintaimu secara sederhana.....

 
oleh Fenomena Lembayungsenja pada 21 Agustus 2011 jam 12:08
 
 
 
 
 
 aku ingin  mencintaimu secara sederhana
hanya menghadirkan disisi sepenggalan senja
untuk menyibak awal tirai malam yang mulai menjelaga
aku ingin mengasihimu secara apaa adanya
bukan menghadirkan puncak gunung emas zaman jawa dwipa
bukan menyembahkan sisi pualam,kilauan intan permata....
aku ingin menyayangimu secara biasa,
melindungmu tanpa perlu sapuan ucap penghormatan,
membantu mu menuntun pijakan tanpa sepenggal pamrih
mungkin kisah cinta ini tak seelok kisah rama_shinta
mungkin juga kisah ini tak seagung kisah dewi drupadi dicerita mahabarata
cinta ini hanya getaran lirih disisi rerrumputan yang mengambang
bilamana tersentuh semilir angin yang menderu
tak perlu hujaman rasa itu rasa itu menggelora hingga sisi samudera
tak perlu  juga kabar itu menggema hingga sisi samudera
tak perlu juga kabar itu menggema hingga keujung tepian angkasa
maka biarkan kita berdua duduk terdiam mendura
menggapai makna cinta lewat saling memandang
karena hanya lewat keheningan kesederhanaan itu meresap disisi mahameru jiwa

Ayah

 
oleh Fenomena Lembayungsenja pada 20 Agustus 2011 jam 9:08
 
 
 
 
 
 
 
dengan segugus kerinduan padamu ayah

seharum mawar cempaka yang kutanam dibumi basah,tumbuh subur mekar dan wangi


bersama itu kutitipkan doa nan kudus nan tulus agar Allah selalu memberi kesehatan serta melindungimu


Ayah

aku yang jauh tinggal disini
merantau dipinggir benua sepi
selalu saja dililit kenangan akan nasehat dan petuahmu

Ayah

jerih lelahmu tak pernah kau tampakan walau ku tahu perjuanganmu membela keluarga penuh peluh dan airmata
namun kau tetap tegar dan tersenyum hangat sembari mengulas dongeng indah

Ayah

aku disini masih menyelusuri jalan kehidupan untuk mencari kedamaian
juga mencoba mengubah nasib
agar kelak nanti kupulang dapat memberimu sedikit kebanggaan
kebahagiaan juga untuk ibu tercinta

Ayah

mahkota kasihmu kutatap dan kudekap erat didada
puing puing rindu menyepuh istana hati

nasehatmu tersimpan kukuh dihati


semangatmu mengental disanubari dengan keringat dan airmatamu akan budi diri ini


kukuh seperti tertegaknya keraton jawa


Ayah

tiada kata terindah buatmu selain lafadz salam untuk ungkapan kata hatiku

aku sayang padamu

ibu dan ayah

kau senantiasa dihatiku

pesanmu senantiasa ada
diingatanku nasihatmu senantiasa hidup dijiwaku
amanahmu senantiasa menyirat disemua arah hatiku

ayah kaulah pahlawan keluarga

kaulah yang satu dan tak mungkin bertukar ganti

Luka yang begitu sempurna

 
oleh Fenomena Lembayungsenja pada 16 Agustus 2011 jam 16:57
 
 
 
 
 
Sepasang camar terbang tinggi dan menukik berkali kali seolah ia ingin mengetuk jendela langit nan biru
membuat gurat pesona dihati yang hampa

senja kali ini senyumku dirampas angin digiring menuju kekuala lalu menghilang

saat gelita membentangkan jubahnya

kutanam cinta pada latar hati yang salah

kukira dulu tunasnya kan bersemi indah namun nyatanya hanya semu tiada warna lain selain buram

semakin jauh kita melangkah

semakin kutak mengerti akan mau dan kasihmu

kau memintaku untuk tetap disini

sedangkan dirimu berkelana hati dari pendopo satu kependopo yang lainnya

lalu siapa yang akan menjawab resahku dan sandaran kelelahan ini


tatapanku menerawang jauh mencoba berbenah diantara gugusan kabut diatas atap bumi nan tua


sejenak kutemukan kedamaian hati


namun ketika bayangmu menyentil gigir anganku


rinduku melolong sengit menghempas seluruh pikirku mengurai pesakitan tanpa bisa menjerit


semilir angin menampar wajahku dan perih dimata sembabku


sempurna lafadymu membuat dengus nafasku meratap ratap


Betapa perasaan ini adalah cakaran cakaran yang mencabik cabik hatiku dengan kerasnya


Menjadi jiwa lemahku remuk lebur runtuh dan berserahkan


Kupungut lagi lagi dan lagi

Kucoba tata kembali kepingan yang tercecer diatas reruntuhan airmata walau kutahu tak mungkin kan menjadi sempurna

「″→dalam sketsa hati yang lara←″」

(ˉ°sketsa dunia sudah tua°ˉ)

oleh Fenomena Lembayungsenja pada 15 Agustus 2011 jam 5:58
Anak zaman kerap terbuai kisi kisi

Lupa pada keindahan kalammullah


Insan kerap terperdaya vulgalis fisik women or man


Montok montok ilusi syaitan


Syahwat hewani


Tak sadar sang pencipta dengan KunfayakunNya


Haq Qalam Nya


Mengangkat derajat manusia ketempat yang amat mulia untuk dimulìakanNya


Namun dengan KunfayakunNya


Kebenaran haqNya


Dia merendahkan derajat dan harkat manusia serendah rendahnya


Bahkan lebih rendah dari binatang???!!


Insan menginjak menggores kisah dialam laksana kemuning dedaunan


Saat hijau dia berada dilevel tinggi


Kala kemunafikan selimuti jiwa


Kemunafikan selimuti jiwa


Kepalsuan melilit


Nurani dan raga


Maka dosa laksana tebar tebar debu


Diufuk tubuh insan

Disenja usia kian dinotasikan derajat manusia seperti

Aksara kemuning dedaunan yang gugur menjadi sampah dunia wal akherat


Subhanallah

[ˉ″″°pelangi dipurna hujan°″″ˉ]

 
oleh Fenomena Lembayungsenja pada 12 Agustus 2011 jam 16:12
 
 
 
 
 
langit kelam gemuruh ditepian senja kali ini hentakan lamunanku

warna lembayung pun tak kudapati


bukan lagi tetes tapi guyuran airmata langit


biarlah mungkin mewakili hatiku yang dirundung kesunyian aksara


layung tetap jadi layung

lembayung tetap ada disenja tapi kenapa seruni membidik aksaraku yang dengan dzakirnya menebas aksaraku

lembayungsenja dipuja

namun aku tetaplah senja dalam selempang cakrawala biru

(ˉ*"dalam hening kubermunajat"*ˉ)

 
oleh Fenomena Lembayungsenja pada 12 Agustus 2011 jam 8:09
 
 
 
 
 
Ya Allah
janganlah Engkau putuskan diriku kebaikanMu
ampunanMu

wahai dzat yang kasih sayangnya meliputi segala sesuatu


wahai Tuhanku

anugerahkan kepadaku hati yang khusyuk dan keyakinan yang tulus

jangan Engkau buat aku lupa untuk berdzikir kepadaMu


jangan Engkau biarkan aku dikuasai selain Mu


Engkau sahabat pada saat kesepianku


benteng pada saat ketakutanku


selamatkanlah aku dari segala bencana dan kesalahan


lindungi aku dari segala ketergelinciran


jagalah aku dari datangnya ancaman


palingkanlah diriku dari pedihnya azabMu


dan muliakan aku dengan memelihara kitab suciMu yang mulia


bereskanlah bagiku agamaku duniaku dan akheratku


Aamiin aamiin ya rabbal alamiin

RINDU SENYUMKU

 
oleh Fenomena Lembayungsenja pada 07 Agustus 2011 jam 12:03
 
 
 
 
  • mendung itu berubah menjadi guyuran hujan
  • rinai bukan saja deras tapi sudah teramat sangat
  • hingga membuat gelap semakin pekat
dingin.....
yah dingin menggigit dikulit  ariku yang terbalut selembar kain
pemberian IBU ku waktu dulu
mimpi apa aku semalam .....???????
perasaanku mengatakan tak bermimpi yang mengerikan
tapi kenapa disaat mataku terjaga hingga waktu menepi
kegerbang senja
airmata ini tiada jua reda seperti tetesan bening diluar sana
bahagia kah aku dengan cerita itu...
kiranya tak penting buatv dipikirkan
karena apalah arti bahagia buat diriku yang tlah tervonis menjadi
teman setia lembar_lembar duka lara
kucari bias senyumku diantara tetes bening dijendela kaca buram namun hingga jengah
menguasai hati dan jiwa
semburatnya saja tiada kukenali...
ahhh...dimana senyumku....
aku merindukan senyumku
aku ingin dan berharap kan mengecapi bahagia selayak mereka....
apakah memang aku tak pantas buat bahagia....Wahai RABBY.....
dialtar kuasaMU kumenanti satu keajaiban dari sinarMU....
>>>>
TIRAI BAMBU
08082011

Rindu Terpendam


oleh Fenomena Lembayungsenja pada 31 Juli 2011 jam 16:13





saat hanya tatapan yang bisa kubiaskan untukmu
sesungguhnya kidung kerinduan  ini ingin menyampaikan sebuah rasa padamu
meski kata sebatas pada keberanian untuk melafadz
mestinya sudahlah cukup buatmu bisa mengartikan rasa yang kupendam
saat kita duduk berdua menatapi lembayung senja yang menjuntai
ada makna dalam setiap tarikan dan hembusan nafas..
ada harapan dalam degup jantung
semua bernadzar kepadamu
disini didadaku tersimpan harapan
dihatiku bersemayan keinginan
namun bagaimana kuharus sampaikan kepadamu
jika setiap menatap wajahmu bibirkui kelu....
bagaimana harus kuluahkan kejujuran atas rasa cinta  dan rinduku
hasrat ku ingin membangun mahligai indah diatas titian ikrar...
rasaku ingin kedamaian bersamamu
rakit kecilku ingin  bersandar disatu dermaga
dermaga nan asri tempat menanbatkan penat jiwa dfan hasrat hati
tak jemu kuberharap pada angin keikhlasan tuk mengiringi rakitku
bertemu dengan dermagamu
seandainya rasaku ini sama dengan rasamu
keindahan cinta dan rindu ini lakarkan dengan kecup hangat dikeningku
karena sebenarnya hanya satu lafadz yang kuluahkan dihadapanmu